MARAH (?)

Ketiga kalinya aku membuat tulisan ga jelas di malam hari. Berbeda dengan malam-malam sebelumnya, Aku merasa bahagia malam ini. Bukan apa-apa, hanya hal kecil, tapi bisa membuatku merasakan ringannya menjalani malam ini.Semoga saja bisa seperti ini seterusnya, atau bahkan lebih baik lagi dari ini. Hanya berharap saja. 

Dari pagi hingga sore hari, tidak ada hal yang begitu mengesankan. Rutinitas pekerjaan selalu menjadi yang paling dominan hari ini. Bedanya, Tadi aku bekerja sambil menahan kantuk dan lemas (gara-gara perut belum terisi dari kemarin malam) ditambah lagi ada pelanggan yang agak ruwet yang bikin kepala ini rasanya pengen pecah. Untungnya, semuanya bisa teratasi. Hingga akhirnya aku tertidur kelelahan tadi sore dan terbangun jam 10 malam tadi. 

Bangun tidur, langsung menyalakan komputer, dan mulai lagi berkutat dengan pekerjaan. Hm, sepertinya ada yang salah dengan hidupku ini. Hidup saya kok jadi hanya untuk bekerja. Bukan bekerja untuk hidup. Mungkin sudah takdirnya saya begini ya??? Whateverlah... yang penting saya masih bisa hidup.... dan memiliki penghasilan yang bagi saya cukup untuk menjalani kehidupan ini. 

Sambil mengerjakan pekerjaan, si ABG muncul lagi di inbox FB saya. Akhirnya, ada juga teman yang mau menemani aku malam ini! Horeeeee..... :D
Sambil mengerjakan pekerjaan, chat pun dimulai dengan si ABG. Dimulai dari hal-hal ga jelas yang tertulis, saling nggombal, sampai akhirnya dia nyerah juga akibat kantuk yang menyerangnya.....
Lumayanlah, hampir 2 jam aku ditemani olehnya. Dan itulah yang yang menyebabkan ringannya aku menjalani malam ini. Setelah si ABG pamit untuk tidur, aku pun mengerjakan lagi pekerjaanku yang tinggal sedikit. Sampai akhirnya selesai.

Setelah selesai, sambil download anime-anime baru dari web fansub indonesia, mulailah aku mengetik tulisan ini. Di saat aku menulis ini, tiba-tiba di status aku ada yang komentar. dan yang memberi komentar itu adalah orang yang beberapa hari terakhir yang telah bikin badan dan perasaanku sakit. Sebut saja dia "Si Mantan".Ga bisa dibohongi, aku masih memiliki rasa sayang terhadapnya. Akan tetapi, rasa sakit yang telah diberikan jauh lebih hebat dan kuat hingga rasa sayangku ini telah dikalahkan dengan telak oleh rasa sakit itu. Mungkin, dia berkeinginan untuk meringankan rasa sakitku dengan cara berusaha baik terhadapku. Tapi tetap saja ga ngefek. Sudah terlanjur sakit.

Mungkin dalam pikiran "Si Mantan", akan lebih baik meskipun hubungan sudah berakhir, tapi tali pertemanan masih terjalin. Makanya, dia masih berusaha menyapa, berkomentar di fb, komentar di BB, tapi itu ga berpengaruh padaku. Bagiku, rasa sakit yang telah diberikan dia kepadaku, bakal sulit terhapus dalam sekejap. Apalagi untuk dilupakan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Aku orangnya realistis. Kalau sakit aku bilang sakit, kalau ga suka aku bilang ga suka. dan aku bilang ke dia kalau aku ga suka dengan apa yang dia lakukan sekarang. 

"mending ga usah sok baik deh.... kelihatan muna' disini. Pura-pura nyantai.... pura-pura baik.... yang ujungnya malah bikin sakit. Monggo urusi saja urusan panjenengan, keluarga panjenengan, pacar panjenengan sendiri....
Toh itu menurut panjenengan lebih baik kan?
daripada terus-terusan mempermainkan perasaan, lebih baik diam deh. itu lebih baik buat saya.
Sudah cukup rasa sakit yang saya alami sekarang. ga usah ditambah lagi.
Silakan anda menikmati indahnya hubungan anda dengan yang lain, yang lebih disukai oleh anda dan keluarga anda. Saya sebisa mungkin tidak akan mencampuri urusan anda lagi.
untuk saat ini, lebih baik diam dulu. sampai kondisi reda.
Aku berusaha untuk tidak marah dan menyalahkan. Cuma masih ada perasaan kecewa saja, yang sampai saat ini belum bisa reda.
Mungkin aku terlihat berlebihan dalam menyikapi. tapi itulah aku. Kalo bisa memaklumi ya monggo. Kalau tidak bisa ya silakan.
Mohon maaf apabila ada kesalahan.... yang belum bisa saya ucapkan secara langsung ke panjenengan. Mohon maaf pula bila ada perbuatan saya yang selama ini pernah membikin panjenengan marah, sedih, kecewa dan sebagainya.
terima kasih atas apa yang sudah anda berikan selama ini. terima kasih pula kepada keluarga anda atas apa yang telah diberikan mereka selama ini.
UNTUK SAAT INI SAYA LEBIH BAIK DIAM.
"

Begitulah yang aku tuliskan di fb atas komen yang diberikan di status saya tadi. Mungkin agak berlebihan bila memasang tulisan sepanjang dan jujur itu di fb. Tapi mau bagaimana lagi, saya sudah kesal dengan tindakannya terhadap saya. Mungkin bagi sebagian orang, apa yang saya lakukan ini salah. Mungkin ada pula yang bilang, "Lebih baik memaafkan daripada terus menyimpan dendam". Atau, "Lebih baik memiliki teman, daripada memiliki musuh". Tapi saya GA NGURUSSSSS!!!! ini masalah hati saya. Bagaimana ga hancur, bila hubungan yang sudah 8 tahun terjalin, sampai ke tahap serius, akhirnya kandas karena ulahnya dan penolakan dari orang tuanya????? Coba saja dipikirkan bila anda menjadi saya. Apakah bisa semudah itu anda memaafkan terus semudah itu pula anda merubah status dari calon suami menjadi teman serta menerima ada orang lain yang menjalin hubungan dengan "calon istri" anda????? Anda mungkin akan bereaksi lebih parah dari saya!!!!

Malam semakin larut.... daripada saya semakin emosi, mendingan saya akhiri tulisan saya kali ini. Mohon maaf bila ada kesalahan yang saya perbuat di malam ini.
Selamat malam, selamat beristirahat.

Mojokerto, 7 Januari 2014 





0 comments:

Jangan sungkan-sungkan komen di mari gan...
:)

Hidup Indah bila Mencari Berkah